Deteksi Kanker Pada Anak-Anak

Menurut data statistik penelitian di negara-negara maju,  jumlah anak penderita kanker di dunia terus meningkat dimana perbandingannya adalah 120 kasus per satu juta anak setiap tahunnya. Kemudian setiap tahun ada sekitar 150 anak dari 1 juta anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun yang terkena kanker. Dalam 5 tahun berikutnya ketika sudah berusia 20 tahun, angka ini akan mencapai 300 sampai 500 anak.

Mengenai penyebab kanker yang menimpa anak-anak ini, para peneliti belum mempunyai bukti yang kuat karena pada tahap awal jarang menimbulkan keluhan. Akan tetapi menurut  data statistik itu, peneliti menemukan bukti bahwa kanker pada anak-anak bisa berhubungan dengan cacat genetika, penyimpangan kromosom, defisiensi kekebalan tubuh, infeksi virus Epstein-Barr, virus Hepatitis B dan infeksi virus HIV,  terpapar sinar radiasi, pengobatan yang bersifat menekan kekebalan tubuh, dan akibat pengobatan anti kanker.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang mendukung bahwa kanker bisa disebabkan oleh pola makan ibu saat kehamilan, suntikan vitamin K yang diberikan pada bayi baru lahir, vaksinasi, medan elektromagnetik, atau kabel listrik di dekat tempat tinggal.

Sifat biologi dan respon pengobatan kanker pada anak- anak berbeda dengan sifat kanker pada orang dewasa. Sedangkan pengobatan kanker pada anak-anak hasilnya lebih baik bila dibandingkan dengan pengobatan kanker pada orang dewasa.

Diagnosis diperlukan untuk menggolongkan jenis kanker dan untuk menentukan stadium penyakit kanker. Hasil diagnosis ini  penting untuk menentukan metode pengobatan yang paling tepat untuk anak yang menderita kanker. Anak yang menderita kanker akan menjalani evaluasi fisik, tes darah dan urine, scanning dan imaging, dan sebagian jaringan tumor akan diambil untuk pemeriksaan mikroskopik (diagnosis patologi). Beberapa anak mungkin juga memerlukan biopsi sumsum tulang.

Setelah mengetahui golongan dan stadium kanker, selanjutnya dokter akan menentukan metode pengobatan yang terbaik. Misalnya melalui pembedahan, kemoterapi, radioterapi dan sebagainya. Anak-anak yang menderita kanker harus dirawat di pusat pengobatan yang khusus, dengan tim medis yang berpengalaman dan fasilitas lengkap.

Jika anak penderita kanker dirawat dengan prosedur yang baik dan tim medis berpengalaman dengan fasilitas pendukung yang baik maka kemungkinan anak-anak yang didiagnosis mengidap kanker diharapkan bisa bertahan hidup sampai lama dengan persentase sekitar 70 sampai 75%.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>